Minggu, 03 Mei 2009

Ayat-Ayat Penyejuk Hati..

Meminta Ampun Kepada ALLAH SWT

Sesungguhnya, tobat di sisi Allah hanyalah bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, kemudian mereka bertobat dengan segera. Mereka itulah yang diterima Allah tobatnya dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana. (QS Al-Nisa’ 4:17)

Ibnu Jarir pernah meriwayatkan bahwa ketika setan dilaknat Allah SWT., dia meminta tangguh dan berkata, “Demi keagungan dan kemuliaan-Mu, aku tidak akan pernah beranjak dari hati anak Adam selama dia hidup.” Allah SWT. menjawab, “Demi keagungan-Ku, Aku tidak akan menolak tobatnya selama dia hidup.”

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, (yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Rabnya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. (QS Al-Baqarah 2:45-46)

Mintalah Agar Hati Tetap di Jaga ALLAH SWT..

mereka berdo’a),”Ya, Rab kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau memberi petunjuk kepada kami dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau karena sesungguhnya, Engkaulah Maha Pemberi (karunia).” (QS Ali ‘Imran 3:8)

Dalam sebuah hadis Shahih riwayat Muslim dari Aisyah r.a., dijelaskan bahwa Rasulullah SAW. sering berdo’a, “Ya muqalliba al-qulub tsabbit qalbi’ala dinika (Wahai Tuhan Yang Membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu)”. Para sahabat bertanya, “Wahai, Rasulullah, kenapa engkau sangat sering berdo’a begitu?”. Rasul menjawab, “Tidak ada satu hati pun kecuali berada di antara dua jari dari jari-jari Allah Yang Mahakasih. Jika ingin menegakkannya, Dia tinggal menegakkannya. Jika ingin menggelincirkannya, Dia tinggal menggelincirkannya.”

Jangan Pernah Takut Susah

Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka, sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, tidak lesu, dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. Tidak ada do’a mereka selain ucapan,”Ya, Rab kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami, dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” karena itu, Allah memberikan pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS Ali ‘Imran 3:146-148)


Allah SWT berfirman dalam Surah Al Insyirah (94) 5:6,Sesungguhnya, bersama dengan kesulitan itu ada kemudahan.


Jangan Takut, ALLAH SWT Pasti Menolong..

Katakanlah, “Hai, Kaumku, berbuatlah sepenuh kemampuanmu, sesungguhnya, Aku pun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui, siapakah (diantara kita) yang akan memperoleh hasil yang baik dari dunia ini. Sesungguhnya, orang-orang yang zalim itu tidak akan mendapatkan keberuntungan.” (QS Al-An’am 6:135)

Putus Asa Bukan Sifat Mukmin
…dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, kecuali kaum yang kafir. (QS Yusuf 12:87)

…Allah tidak akan membebani seseorang kecuali sesuai dengan apa yang sudah diberikan kepadanya… (QS Al-Thalaq 65:7)


Hai, orang-orang yang beriman, ingatlah kamu akan nikmat Allah (yang diberikan-Nya) kepadamu ketika suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu (untuk berbuat jahat) maka Allah menahan tangan mereka dari kamu. Dan bertakwalah kepada Allah dan hanya kepada Allah sajalah orang-orang Mukmin itu harus bertawakal. (QS Al-Ma’idah 5:11)

Bersyukur terhadap nikmat yang diberikan Allah bisa menjadi perisai diri kita dari segala kejahatan yang mungkin bisa menimpa kita.

Sebagai wujud dari rasa syukur itu, semua nikmat yang kita rasakan harus juga dirasakan oleh orang lain. Allah berfirman,Dan adapun terhadap nikmat Tuhanmu,”ceritakanlah” (QS Al-Dhuha 93:11)


Jangan Terbuai dengan Dunia..

Sesungguhnya, perumpamaan kehidupan duniawi itu adalah seperti air (hujan) yang kami turunkan dari langit,lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman di bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah, Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang yang berpikir. (QS Yunus 10:24)


Akhiri dengan Tawakkal

Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah, Rabku dan Rabmu. Tidak ada suatu binatang melata pun, melainkan Dialah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya, Rabku di atas jalan yang lurus. (QS Hud 11:56)

Hupff..
Abiz mlepas penat di Bali, Bali oh Bali..

Bnyak hal yg super duper melelahkan minggu ini.. mulai dari kerja rodi ngerjain laporan praktikum smpe jam 1 mlm, blajar pretest + diskusi bwt praktikum slanjutnya, tugas AnFar, FisFar, Farmakognosi, Preskripsi dll..
Waaaaa.. bisa gila niy aq.. huhuhhu..

At last, 3 days spent the time in Bali cukup membuat q mrasa ”plong”..
Humm.. thanks Mom ! u’re da best !!! and thanks GOD for the beautifull island like Bali..

Di sepanjang perjalanan, aq mrenung (ca’ilaahh sok tua bgt!)..
Mrenung apa yg uda aq kerjain minggu2 yg lalu, dr kuliah, keluarga, persahabatan, dan………. U know lahh..

And the result is : msh harus, kudu, perlu, wajib lbh dekat lagi ama Allah SWT..

Btw, aq biz beli buku baruu niy..
Bnyak kutipan yg sip bwt dbaca n dterapkan..^^

BOLEH JADI

“Boleh jadi Allah sudah membukakan pintu ketaatan kepadamu, tetapi tidak membukakan untukmu pintu penerimaan dan boleh jadi Allah mentakdirkan untukmu berbuat maksiat yang menyebabkan kamu bertaubat dan hampir kepada Allah. Sesungguhnya maksiat yang mencetuskan ketundukan dan membuat hatimu hancur lebih baik daripada ketaatan yang mengakibatkan ketakjuban diri sendiri dan ketakburan.”

Adakalanya sengaja Allah timpakan ujian yang berat ke atas hambaNya. Ketika itu hati si hamba akan merintih walaupun bibir bisa mengukir senyum.

Kadang-kadang ujian datang silih berganti; seolah-olah Allah tidak mendengar rintihan hati hambaNya.

Sebenarnya, Allah rindu untuk mendengar rintihan hati si hamba. Tanpa ujian, hati tidak ingat Allah dan lalai, hilanglah rasa kehambaan dari dalam diri.

Lalu karena itu, Allah datangkan ujian silih berganti agar rintihan hati si hamba tidak terputus kepada Tuhannya.

Hukama berkata : ”Allah lebih suka mendengar rintihan hamba yang berdosa dari seorang abid yang duduk beribadah.”


SUBHANALLAH !!
Lagi-lagi KEBESARAN ALLAH yg membukakan mata kita lebar-lebar..
Betapa sayangnya Allah kpd hamba-hambaNya..

..Allahu Akbar..

;;