Senin, 21 September 2009

Sehebat-hebatnya Rasul, tapi…

Suatu hari, Rasulullah Saw. dan para sahabatnya diundang untuk bersilaturrahmi ke rumah salah seorang sahabat. Seperti biasa, kalau bertemu di forum “tidak resmi”, para sahabta bersenda gurau dalam suasana santai. Rasulullah membiarkan para sahabatnya menghibur diri.

Setelah Rasulullah dan para sahabat menikmati hidangan besar, tibalah saatnya hidangan pencuci mulut dikeluarkan, yaitu kurma. Para sahabat mempersilahkan Rasulullah mengambil lebih dahulu kurma itu sebagai penghormatan.

Tapi ada sesuatu yang aneh. Setiap kali habis makan kurma, Ali bin Abi Thalib selalu menggabungkan biji kurmanya dengan biji kurma bekas makan Rasulullah. Kebetulan dia duduk persis di samping Rasulullah. Para sahabat tidak terlalu memerhatikan perilaku aneh Ali tersebut. Setelah biji kurma terkumpul agak banyak, Ali berkata dengan maksud bercanda, “Hebat ya, Rasulullah ini, kita makan baru sedikit, beliau sudah makan kurma banyak.”

Semua mata para sahabat tertuju ke tumpukan biji kurma di hadapan Rasulullah. Mereka semua tertawa. Tapi, Nabi agung itu tetap tenang dan tidak tersinggung sama sekali. Sambil tersenyum, beliau menanggapi canda menantunya itu, “Sehebat-hebatnya Rasul, tapi Rasul makan kurma hanya buahnya, tidak sama bijinya…..”
Spontan saja, mata para sahabat kemudian mengarah pada Ali. Yang jadi sasaran tembak hanya bisa tersenyum sambil garuk-garuk kepala. Mereka semua tertawa mendengar tanggapan Rasulullah yang sangat singkat tapi “mematikan” itu. hehehe..

;;