Kamis, 29 Oktober 2009

Top 10 Fenomena Penuh Misteri di Luar Angkasa




1. Tabrakan Antar Galaksi





Ternyata galaksi pun dapat saling “memakan” satu sama lain. Yang lebih mengejutkan adalah galaksi Andromeda sedang bergerak mendekati galaksi Bima Sakti kita. Gambar di atas merupakan simulasi tabrakan Andromeda dan galaksi kita , yang akan terjadi dalam waktu sekitar 3 milyar tahun.

Credit: F. Summers/C. Mihos/L. Hemquist

2. Quasar



Quasar tampak berkilau di tepian alam semesta yang dapat kita lihat. Benda ini melepaskan energi yang setara dengan energi ratusan galaksi yang digabungkan. Bisa jadi quasar merupakan black hole yang sangat besar sekali di dalam jantung galaksi jauh. Gambar ini adalah quasar 3C 273, yang dipotret pada 1979.

Credit: NASA-MSFC

3. Materi Gelap (Dark Matter)




Para ilmuwan berpendapat bahwa materi gelap (dark matter) merupakan penyusun terbesar alam semesta, namun tidak dapat dilihat dan dideteksi secara langsung oleh teknologi saat ini. Kandidatnya bervariasi mulai dari neotrino berat hingga invisible black hole. Jika dark matter benar-benar ada, kita masih harus membutuhkan pengetahuan yang lebih baik tentang gravitasi untuk menjelaskan fenomena ini.

Credit: Andrey Kravtsov

4. Gelombang Gravitasi (Gravity Waves)




Gelombang gravitasi merupakan distorsi struktur ruang-waktu yang diprediksi oleh teori relativitas umum Albert Einstein. Gelombangnya menjalar dalam kecepatan cahaya, tetapi cukup lemah sehingga para ilmuwan berharap dapat mendeteksinya hanya melalui kejadian kosmik kolosal, seperti bersatunya dua black hole seperti pada gambar di atas. LIGO dan LISA merupakan dua detektor yang didesain untuk mengamati gelombang yang sukar dipahami ini.

Credit: Henze/NASA

5. Energi Vakum




Fisika Kuantum menjelaskan kepada kita bahwa kebalikan dari penampakan, ruang kosong adalah gelembung buatan dari partikel subatomik “virtual” yang secara konstan diciptakan dan dihancurkan. Partikel-partikel yang menempati tiap sentimeter kubik ruang angkasa dengan energi tertentu, berdasarkan teori relativitas umum, memproduksi gaya antigravitasi yang membuat ruang angkasa semakin mengembang. Sampai sekarang tidak ada yang benar-benar tahu penyebab ekspansi alam semesta.

Credit: NASA-JSC-ES&IA

6. Mini Black Hole




Jika teori gravitasi “braneworld” yang baru dan radikal terbukti benar, maka ribuan mini black holes tersebar di tata surya kita, masing-masing berukuran sebesar inti atomik. Tidak seperti black hole pada umumnya, mini black hole ini merupakan sisa peninggalan Big Bang dan mempengaruhi ruang dan waktu dengan cara yang berbeda.

Credit: NASA-MSFC

7. Neutrino




Neutrino merupakan partikel elementer yang tak bermassa dan tak bermuatan
yang dapat menembus permukaan logam. Beberapa neutrino sedang menembus tubuhmu saat membaca tulisan ini. Partikel “phantom” ini diproduksi di dalam inti bintang dan ledakan supernova. Detektor diletakkan di bawah permukaan bumi, di bawah permukaan laut, atau ke dalam bongkahan besar es sebagai bagian dari IceCube, sebuah proyek khusus untuk mendeteksi keberadaan neutrino.

Credit: Jeff Miller/NSF/U. of Wisconsin-Madison

8. Ekstrasolar Planet (Exoplanet)




Hingga awal 1990an, kita hanya mengenal planet di tatasurya kita sendiri. Namun, saat ini astronom telah mengidentifikasi lebih dari 200 ekstrasolar planet yang berada di luar tata surya kita. Pencarian bumi kedua tampaknya belum berhasil hingga kini. Para astronom umumnya percaya bahwa dibutuhkan teknologi yang lebih baik untuk menemukan beberapa dunia seperti di bumi.

Credit: ESO

9. Radiasi Kosmik Latarbelakang




Radiasi ini disebut juga Cosmic Microwave Background (CMB) yang merupakan sisa radiasi yang terjadi saat Big Bang melahirkan alam semesta. Pertama kali dideteksi pada dekade 1960 sebagai noise radio yang nampak tersebar di seluruh penjuru alam semesta. CBM dianggap sebagai bukti terpenting dari kebenaran teori Big Bang. Pengukuran yang akurat oleh proyek WMAP menunjukkan bahwa temperatur CMB adalah -455 derajat Fahrenheit (-270 Celsius).

Credit: NASA/WMAP Science Team

10. Antimateri




Seperti sisi jahat Superman, Bizzaro, partikel (materi normal) juga mempunyai versi yang berlawanan dengan dirinya sendiri yang disebut antimateri. Sebagai contoh, sebuah elektron memiliki muatan negatif, namun antimaterinya positron memiliki muatan positif. Materi dan antimateri akan saling membinasakan ketika mereka bertabrakan dan massa mereka akan dikonversi ke dalam energi melalui persamaan Einstein E=mc2. Beberapa desain pesawat luar angkasa menggabungkan mesin antimateri.

Credit: Penn State U. /NASA-MSFC

Sumber: Space.com

Rabu, 07 Oktober 2009

(Lagi-lagi) Tanah Air ku Bergetar


Berapa banyak bencana yg terjadi akhir2 ini? Can’t count it.. hmmmm.. SubhanAllah.. what we have done?? Kita ga’ akan menuai sesuatu kalo ga kita sendiri yg telah menanamnya.. ya ga?

Berbagai kejadian dan bencana akhir2 ini di Indonesia membuat ku terusik.. ga bisa terus2an masa bodoh dgn apa yg terjadi dsekitar ku.. membuatku mengalihkan perhatian kapadanya, lalu berpikir.. uda sejauh inikah kita melangkah? Dgn berbagai macam kerusakan, ketamakan, kedengkian serta sifat2 tercela yg lainnya.. “Menanam Badai”, mungkin itu istilah yg tepatnya.. huff..

Memang benar, hidup harus balance.. antara duniawi dan akhirat, antara ilmu pengetahuan dan agama, antara sesama manusia dan dengan Tuhannya.. sulit memang.. aku contohnya, swear deh, godaan lebih kuat dr apa yg kita kira.. bener-bener, kalo kadar keimanan kita cm setipis kertas perkamen, bakal gampang terhanyut olehnya..

Kata Al-ghozali, “hati itu ibarat gelas, iman ibarat air dan udara ibarat godaan”.. bisa dbayangin sendiri kan.. tp jgn sampe isinya Cuma stengah gelas aja.. percuma donk, useless..

Eniwei, all we have to do is always keep learning, learning and learning.. belajar, berpikir dan mengamalkan.. dalam berbagai hal, duniawi maupun akhirat.. asal tau aja, aku nulis kata2 seperti ini nih sambil bawa kaca yg buesarr di depan ku.. bisa nulis sperti ini brarti aku jg harus bisa melakukannya.. I’ll try, always..

Banyak hikmah dan misteri di balik bencana yg telah terjadi.. baik buruknya, pasti semua sudah terencana.. ntah ini suatu kebetulan atau peringatan, berbagai tanda yg terkuak sudah mulai muncul.. dgn kehadiran berbagai spekulasi plus bukti maupun cuman prediksi belaka..
Ini salah satunya, mengartikan maksud di balik suatu bencana dgn ”membaca” tanda-tandanya lewat jam terjadinya bencana tersebut.. Bismillahirohmanirohim..
  1. Gempa di Tasikmalaya pukul 15:04 (Surah Al-Hijr ayat 4)
”Dan Kami tiada membinasakan sesuatu negeripun, melainkan ada baginya ketentuan masa yang telah ditetapkan”
  1. Gempa di Padang pukul 17.16 (Surah Al-Israa ayat 16)
”Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menta’ati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”
  1. Gempa susulan di Padang pukul 17.58 (Surah Al-Israa ayat 58)
”Tak ada suatu negeripun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuzh).”
  1. Esoknya, gempa di Jambi pukul 8:52 (Surah Al-Anfaal ayat 52)
”(keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya.”

Wallahua’lam bishowab..
Let’s we prays and always stay close to Allah SWT..

May Allah SWT blesses us in every our ways.. anywhere, anytime.. Amin amin amin, ya Rabb Al-Amin..

;;