Sabtu, 26 September 2009
Menurut legenda, puteri duyung adalah makhluk air yang memiliki kepala dan tubuh layaknya seorang perempuan dan ekor menyerupai ikan. Ikan duyung hidup di dasar laut dan dikatakan merupakan seorang puteri yang telah disumpah sebahagian anggotanya daripada paras pinggang hingga ke kaki menjadi ikan.
Puteri duyung merupakan makhluk legendaris yang ceritanya sudah beredar berabad-abad yang lalu. Mereka termasuk salah satu makhluk legendaris separuh manusia separuh hewan. Cerita mengenai ikan duyung wujud dalam hampir semua masyarakat di dunia. Dalam mitologi Yunani, ikan duyung dikatakan selalu menggoda para pelaut yang lalai. Sesiapa yang tergoda akan menemui ajalnya. Masyarakat Babilonia pula menyembah puteri duyung sebagai dewa laut yang dikenal sebagai Ea atau Oannes. Oannes digambarkan sebagai duyung jantan.
Pada zaman 3000 tahun, sebelum masehi orang Inggris masih hidup di zaman batu atau Neolitikum. Pada zaman itu, mereka masih menggunakan batu sebagai pisau. Mereka sanggup memindahkan batu seberat 4 ton dari jarak ratusan kilometer, kemudian menatanya menjadi lingkaran di sebuah lapangan. Lingkaran berupa batu – batu raksasa ini bernama Stonehenge . Setonehenge dibangun untuk mencatat gerakan matahari dan bintang di langit. Gunanya adalah katanya musim dingin di Inggris sangat menakutkan, orang bisa mati kedinginan dan kelaparan. Maka orang Inggris mencari akal agar bisa mengetahui kapan musim dingin akan datang. Waktu itu mereka belum bisa menulis, jadi posisi bintang dan matahari digambarkan dengan batu – batu. Jika musim panas tiba , matahari tepat bersinar di Stonehenge dan ketika batu Stonehenge di gosok terpantullah rasi bintang di langit ke batu.
;;
Subscribe to:
Postingan (Atom)











